Senin, 20 Juni 2011

Artikel Banjir

Penyebab Banjir Menurut Kodoatie RJ dan Sjarief R (2005), ada beberapa hal yang dapat menyebabkan banjir, antara lain: perubahan tata guna lahan (land-use) di daerah aliran sungai, pembuangan sampah, erosi dan sedimentasi, kawasan kumuh di sepanjang sungai/drainase, perencanaan sistem pengendalian banjir tidak tepat, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, kapasitas drainase yang tidak memadai, pengaruh air pasang, penurunan tanah dan rob, drainase lahan, bendung dan bangunan air, serta kerusakan bangunan pengendali banjir. Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan penyebab yang lainnya.

Penyebab Banjir di Kota Semarang
Banjir di dataran alluvial sungai dan alluvial pantai Semarang dapat dikelompokkan menjadi tiga macam banjir, yaitu banjir kiriman, banjir lokal, dan banjir rob.

Banjir kiriman yang terjadi secara periodik setiap tahun dan melanda daerah sekitar pertemuan Kali Kreo, Kali Kripik, dan Kali Garang sampai di Kampung Bendungan disebabkan oleh:

a. Peningkatan debit air sungai yang mengalir dari DAS Garang (luasnya 204 km2), DAS Kreo (luasnya 70 km2), dan DAS Kripik (luasnya 34 km2). Peningkatan debit ini disebabkan oleh: intensitas hujan yang besar, atau intensitas hujan yang sama namun jatuh pada wilayah yang telah berubah atau telah mengalami konversi penggunaan lahan.

b. Berkurangnya kapasitas pengaliran atau daya tampung saluran atau sungai tersebut, sehingga air meluap menggenangi daerah di sekitarnya.

c. Banjir kiriman ini diperparah oleh kiriman air dari daerah atas yang semakin besar, sebagai konsekuensi bertambah luasnya daerah terbangun yang merubah koefisien alirannya.

Banjir lokal yang lebih bersifat setempat, sesuai dengan atau seluas kawasan yang tertumpah air hujan, terjadi disebabkan oleh:
a. Tingginya intensitas hujan.
b. Belum tersedianya sarana drainase yang memadai.
c. Penggunaan saluran yang masih untuk berbagai tujuan (multipurpose) baik untuk penyaluran air hujan, limbah, dan sampah rumah tangga, padahal belum bisa diimbangi oleh air penggelontoran yang dialirkan.
d. Banjir lokal ini diperparah oleh fasilitas bangunan bawah tanah (pipa PAM, kabel Telkom, dan PLN) yang kedudukannya sangat mengganggu drainase.

Sedangkan banjir rob yang melanda daerah-daerah di pinggiran laut atau pantai disebabkan oleh:
a. Permukaan tanah yang lebih rendah daripada muka pasang air laut.
b. Bertambah tingginya pasang air laut.
c. Sedimentasi dari daerah atas (burit) di muara sungai (Kali Semarang, Banjir Kanal Barat, Kali Silandak, Kali Banger, Silandak Flood Way, Baru Flood Way, dan kali Asin) maupun sedimentasi air laut khususnya oleh pasang surut (rob), di samping oleh pengaruh gelombang dan arus sejajar pantai, sehingga terjadi pendangkalan muara yang berakibat mengurangi kapasitas penyaluran dan akibat selanjutnya menambah parah banjir di sekitarnya.


http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=4&jd=Segala+Sesuatu+tentang+Banjir+di+Kota+Semarang&dn=20090615073405

Minggu, 19 Juni 2011

Kesan

Masuk Planologi Undip tu tidak direncanakan sebenernya....
dulu pas lagi nyari-nyari kulih sebenernya nyari akuntansi tapi malah dapet PWK...ya sudahlah...hahahaha
asik juga di planologi, kita jadi tau keadaan sosial masyarakat khususnya di Indonesia...
Selagi kota-kota Indonesia lagi banyak masalah,peran sarjana planologi jadi dibutuhin banget hehehe...
Dan di planologi tu ada mata kuliah yang namamya Teknik Komunikasi. Teknik Komunikasi adalah teknik yang digunakan oleh seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain. Media-media yang digunakan antara lain media visual. audio, dan media audio visual. seneng banget karena ini mata kuliah yang ga ada ujian tulisnya cuma ada presentasi tugas, kegiatannya juga asyik, kaya bikin film, bikin banner ma bikin blog....
seneng deh ma mata kuliah yang satu ni hehe...





Kamis, 16 Juni 2011

Kelompok kita emang beda sendiri ni milih tema (di kelas) huhu,...tapi gapapa, lan jadi tampil beda hehe...
Oke, tema kelompok 7 tekkom, atau "Keju Cinema" adalah bencana alam. Kita ngambil tema itu soalnya kita prihatin sama keadaan bumi sekarang ini. Bumi kita kan udah semakin tua, jadi kita harus rajin buat ngerawat bumi kita. Emang sih bencana alam itu datangnya ga terduga, rahasia alam menurut kehendak Allah SWT tapi seenggaknya kita bisa meminimalisir keadaan hehe...
Berita di Kompas hari Senin, 3 Januari 2011 mengatakan, "Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan bencana hidrometeorologi masih berpotensi besar terjadi di Indonesia tahun ini. Sesuai data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta lembaga meteorologi sejumlah negara menyebutkan, curah hujan Indonesia pada Januari hingga Maret di atas normal. Periode ini diperkirakan akan jadi puncak bencana hidrometeorologi tahun ini." (www.kompas.com)
Maka dari itu, mencegah banjir dengan ga buang sampah sembarangan adalah hal yang paling efektif (menurut saya) seperti pepatah mengatakan "Mulailah dulu dari hal yang paling sepele" Ok?

Kontribusi di TUBES

Hmmmm...., saya tidak melakukan hal-hal yang sulit kok pas ngerjain tubes...
yang paling sering dilakukan ya syuting hahaha(berasa artis), trus bantu-bantu bikin poster...(tapi ga di acc trus huhu), bkin skenario, bkin ricuh, bikin rame, bikin onar hahahaha
ya gitu, seneng bisa bantu temen2, bisa ikutan jadi sok sibuk hahaha...

Sabtu, 11 Juni 2011

tugas Tekkom lagi

  1. Definisi Gunung Api
Gunungapi adalah lubang kepundan atau rekahan  dalam kerak bumi tempat keluarnya cairanmagma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Matrial yang dierupsikan kepermukaan bumi umumnya membentuk kerucut terpancung.
Gunungapi diklasifikasikan ke dalam dua sumber erupsi, yaitu(1) erupsi pusat, erupsi keluar melalui kawah utama; dan (2) erupsi samping,  erupsi keluar dari lereng tubuhnya; (3) erupsi celah, erupsi yang muncul pada retakan/sesar dapat memanjang sampai beberapa kilometer; (4) erupsi eksentrik, erupsi samping tetapi magma yang keluar bukan dari kepundan pusat yang menyimpang ke samping melainkan langsung dari dapur magma melalui kepundan tersendiri.
  1. Proses Erupsi
Gunung api meletus akibat magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi atau karena gerakan lempeng bumi, tumpukan tekanan dan panas cairan magma. Letusannya membawa abu dan batu yang menyembur dengan keras, sedangkan lavanya bisa membanjiri daerah sekitarnya.
  1. Dampak Letusan
Hasil letusan gunung berapi adalah
  • Gas vulkanik
  • Lava dan aliran pasir serta batu panas
  • Lahar
  • Tanah longsor
  • Gempa bumi
  • Abu letusan
  • Awan panas (Piroklastik)

Bahaya dari masing-masing hasil letusan adalah
  • Gas vulkanik : gas vulkanik mengandung CO, CO2, H2S, SO2, N2 yang membahayakan manusia.
  • Lava : cairan bersuhu sangat tinggi yang mengalir ke permukaan melalui kawah gunung berapi sehingga bisa menghanguskan apa saja yang dilewatinya.
  • Lahar : Lahar panas berasal dari letusan gunung api yang memiliki danau kawah, di mana air danau menjadi panas. Lahar dingin terjadi karena percampuran material letusan dan keluar dari mulut gunung. Lahar dingin bisa mengakibatkan banjir bandang.
  • Awan panas : Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada bagian tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher, atau kaki, juga menyebabkan sesak napas sampai tidak bisa bernafas.
  • Abu letusan : permasalahan pernafasan, kesulitan penglihatan, pencemaran sumber air bersih, badai listrik, gangguan kerja mesin , kerusakan atap, kerusakan ladang dan lingkungan sekitar, kerusakan infrastruktur seperti jalan dan Bandar udara.
  1. Tindakan saat Terjadi Letusan
  • Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah, aliran sungai kering dan daerah aliran lahar;
  • Hindari tempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan;
  • Masuk ruang lindung darurat;
  • Siapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan;
  • Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh, seperti baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya;
  • Melindungi mata dari debu - bila ada gunakan pelindung mata seperti kacamata renang atau apapun yang bisa mencegah masuknya debu ke dalam mata;
  • Jangan memakai lensa kontak;
  • Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung;
  • Saat turunnya abu gunung api usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.


Sumber:
Http:// www.idepfoundation.o r g/pbbm. “Cerita tentang Peran Masyarakat Desa saat Menghadapi Bencana Letusan Gunung Api.” Diunduh Jumat, 1 April 2011.
Djauhari Noor. 2006. Geologi Lingkungan. Yogyakarta: Graha Ilmu.




Rabu, 08 Juni 2011

Tugas artikel Pak Mardwi

PERTUMBUHAN EKONOMI


Masalah ekonomi memang tidak pernah lepas dari kehidupan kita sehari hari, begitu pula dalam konteks perencanaan suatu wilayah maupun kota. Ekonomi adalah salah satu hal yang sangat perlu diamati oleh perencana karena dalam pembangunan suatu kota, pertumbuhan ekonomi berperan sebagai “mesin penggerak”. Penting bagi perencana untuk memahami hal tersebut agar perencana dapat memberikan suatu konsep yang sesuai bagi berjalannya suatu wilayah atau kota.
Seiring dengan bertumbuhnya suatu kota, maka semakin bertumbuh juga perekonomian dalam kota tersebut. Namun pertumbuhan ekonomi tersebut tidak selamanya berjalan dengan sehat, pertumbuhan ekonomi yang buruk akan menyebabkan kesenjangan ekonomi, antara sedikit kelompok yang menikmati pertumbuhan ekonomi, dan banyak kelompok yang tidak menikmatinya. Contohnya dapat kita lihat di Jakarta. Sekilas kita melihat bahwa Jakarta memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat dengan semakin bertambah suburnya mal-mal dan bangunan-bangunan mewah lainnya, namun ironisnya dibalik gedung-gedung bertingkat dan bangunan mewah lainnya kita masih melihat begitu banyak penduduk yang tinggal di kolong jembatan, di dekat rel kereta api maupun di tepian-tepian sungai. Hal-hal tersebut jelas menunjukkan bahwa kesenjangan ekonomi yang terjadi memang cukup tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang sehat adalah pertumbuhan ekonomi yang merata atau menggerakkan sebagian besar kelompok masyarakat untuk dapat menikmati pertumbuhan tersebut. Negara-negara maju biasanya memiliki pertumbuhan ekonomi yang sehat atau lebih tepatnya tidak memiliki kesenjangan ekonomi yang jauh seperti di Jakarta.
Pertumbuhan ekonomi yang sehat adalah pertumbuhan ekonomi yang diharapkan semua kalangan. Tugas perencana sendiri adalah mengarahkan suatu kota sehingga tercipta suatu perekonomian yang sehat yang dapat mensejahterakan penduduk dalam kota tersebut. Kota menjadi berkembang dan berkelanjutan dengan sebagaimana mestinya.